Saya yakin diantara kalian ada yang belum baca cerpennya A.A. Navis berjudul 'Robohnya Surau Kami', meskipun cerpen ini sudah sangat populer. Cerpen ini termaktub dalam kumcernya A.A. Navis juga sama berjudul 'Robohnya Surau Kami'. Tepatnya ada 11 cerpen yang dimuatkan di kumcer ini. Diantaranya; Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, Dari Masa ke Masa, dan Biografi Singkat.Bewara
Hadirilah....
DISKUSI KEBANGSAAN JILID II "Momentum Hari Pahlawan, Upaya Membangun Bandung Berdikari"
Pembicara :
1. Drs. H. Asep Dedy Ruyadi, M.Si (Wakil Ketua DPRD KOTA BANDUNG)
2. H. Dedi Supandi, S.STP, M.Si (Ketua DPD KNPI KOTA BANDUNG)
3. Ust. Iman Setiawan Latief, SH (Ketua PD PERSIS KOTA BANDUNG)4. Ridwan Rustandi (Ketua Hima Persis Kota Bandung
Jum'at, 16 November 2012
13.00-selesai
@AULA PP PERSIS (Jl. Perintis Kemerdekaan)
Graties dan terbuka untuk umum!!
KOpi gratis, Snack Gratis, dll
Organized BY
PD HIMA PERSIS KOTA BANDUNG
CP:085721502422
13.00-selesai
@AULA PP PERSIS (Jl. Perintis Kemerdekaan)
Graties dan terbuka untuk umum!!
KOpi gratis, Snack Gratis, dll
Organized BY
PD HIMA PERSIS KOTA BANDUNG
CP:085721502422
Rabu, 26 September 2012
Jalan Hidup yang Diridhai Alloh, Perspektif A.A. Navis*
Saya yakin diantara kalian ada yang belum baca cerpennya A.A. Navis berjudul 'Robohnya Surau Kami', meskipun cerpen ini sudah sangat populer. Cerpen ini termaktub dalam kumcernya A.A. Navis juga sama berjudul 'Robohnya Surau Kami'. Tepatnya ada 11 cerpen yang dimuatkan di kumcer ini. Diantaranya; Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, Dari Masa ke Masa, dan Biografi Singkat.Jumat, 18 Mei 2012
Pradnya, Panggil Saja Pradnya
oleh Azmil R. Noel Hakim pada 14 April 2012 pukul 12:07 ·
Di titik itu, anggap saja; menetas, terbuka dan kemudian rekah
Panggil saja aku Pradnya, seorang perempuan malang. Tertanam sebuah cita-cita agung di dalam namaku. Bukan keinginanku, hanya sebuah ketakutan dari orang-tuaku yang berharap anaknya tumbuh dan hidup mewah, asri, damai dan dilimpahi oleh harta benda yang cukup, sebagaimana seperti Pradnya yang sesungguhnya.
Di Ujung Jari Mungilnya
oleh: Miko Alonso*
Di ujung jari mungilnya
Ada badai yang tak direncanakan
matanya menjelma serdadu kecil
Yang melesatkan cahaya matahari
Senin, 20 Februari 2012
[Cerpen] Katya, adalah Tentang Pagar
--Pernah dimuat Harian Sumut Pos, 15 Januari 2012
Katya, adalah Tentang Pagar
(1992, Cerita-cerita di depan pagar, sebelum petang menjelang)
Demi
menghargai perasaan cinta yang semakin bunga bermekaran, aku rela
mendengarkanmu. Di suatu sore di depan pagar. Mengapa kamu begitu
percaya padaku, Katya. Apa pun yang kamu ceritakan, aku rela
mendengarkanmu. Tentang luka-lukamu. Tentang kemuakan-kemuakanmu.
Tentang apa yang kamu anggap omong kosong. Betapa menyenangkan
mendengarkan cerita-ceritamu. Semisal saat kamu menanyakan padaku,
mengapa kita harus mengikuti aturan-aturan, sedang sejak lahir kita
bebas menangis dan tertawa. Atau saat kamu dengan girangnya menceritakan
padaku bagaimana cara-cara ayahmu mengkhianati pimpinannya,
bawahannya, sahabat-sahabatnya, orang-orang kepercayaannya di kantor
dinas tempat ayahmu mengabdi dan bekerja. Juga ibumu.
Langganan:
Postingan (Atom)
