Halaman

Like This, Oke !!

Bewara

Hadirilah....
DISKUSI KEBANGSAAN JILID II "Momentum Hari Pahlawan, Upaya Membangun Bandung Berdikari"
Pembicara :
1. Drs. H. Asep Dedy Ruyadi, M.Si (Wakil Ketua DPRD KOTA BANDUNG)
2. H. Dedi Supandi, S.STP, M.Si (Ketua DPD KNPI KOTA BANDUNG)
3. Ust. Iman Setiawan Latief, SH (Ketua PD PERSIS KOTA BANDUNG)
4. Ridwan Rustandi (Ketua Hima Persis Kota Bandung
Jum'at, 16 November 2012
13.00-selesai
@AULA PP PERSIS (Jl. Perintis Kemerdekaan)

Graties dan terbuka untuk umum!!

KOpi gratis, Snack Gratis, dll

Organized BY
PD HIMA PERSIS KOTA BANDUNG
CP:085721502422

Jumat, 02 November 2012

Bukan Soal Mengubah Kesadaran dari Atas Mimbar

Di Satu Masjid, hari jumat, seorang ustad berceramah begitu menggebu-gebu, ia tengah memaparkan tafsir dari surat al-Alaq ayat pertama sampai lima, yaitu ayat yang pertama kali diturunkan Tuhan kepada Muhammad SAW di Gua Hira melalui malaikat Jibril. Jamaah masjid sudah pasti sepakat terhadap apa yang dikatakan ustadz, terutama soal membaca sebagai kunci sukses kebangkitan ummat. Ustadz mengulang-ngulang soal itu, soal membaca adalah kunci sukses hidup di dunia dan akhirat.

Katanya, peradaban Islam yang dibangun Muhammad adalah peradaban membaca, lihat saja dengan membaca ummat Islam mampu sampai pada fase kebudayaan yang paling tinggi. Antara abad ke-7 sampai ke-12 Masehi, kala itu tak ada satu kebudayaan pun dari bangsa-bangsa yang hidup di muka bumi ini mampu menggapai capaian-capaian seperti apa yang dicapai ummat Islam (karena ketaatannya pada perintah “iqra bismirobbikalladzi kholaq”).

Rabu, 31 Oktober 2012

Dunia Anak dan Bermain

Ini mungkin sebuah cerita, yang setiap manusia mana pun pernah mengalaminya; merasakannya. Kecuali, manusia tersebut adalah manusia yang tak berhasil keluar dari kehidupan rahim dan tak sempat mencicipi aroma fana. Atau, manusia tersebut terlalu bersih untuk sekedar melihat-lihat atau bermain dalam dunia warna-warni, dunia air hujan, dunia tanah lumpur dan dunia rumput taman. Dunia yang kemudian banyak orang dewasa sebut; Dunia Anak.

Dunia yang ringan, dimana dunia hanya diisi oleh senang, riang-gembira. Dimana semua adalah mainan; kertas, pensil, penghapus, sepatu, tanah, debu, Ibu guru, Bapak guru, sekolah dan banyak hal lainnya. Sekolah adalah tempat bermain. Belajar adalah sebuah permainan. Guru adalah teman bermain. Sedangkan aku dan teman-teman adalah lawan bermain dari Bapak dan Ibu guru ditempat bermain. Dunia kelanjutan dunia anak, yang kemudian banyak disebut; Dunia Bermain.

Jumat, 12 Oktober 2012

SASTRA, DAN KAJIAN SOSIOLOGIS LUCIEN GOLDMANN (STRUKTURALISME GENETIK)

oleh : Hafidz Azhar*


A.    L. Goldmann dan Strukturalisme Genetik


Sastra tidak akan terlepas dari realitas sosial. Seperti yang diungkapkan Aristoteles, sastra merupakan mimesis bagi kehidupan. Teks yang dihubungkan dengan penulis, kemudian teks juga dihubungkan dengan gejala-gejala lainnya. Oleh karena itu, sastra relevan dengan konteks apa pun. Filsafat, seni, budaya, apalagi bahasa yang sangat menopang keberadaan sastra itu sendiri. Melihat hal ini, Lucien Goldmann seorang filsuf sekaligus sastrawan dan kritikus sastra Rumania-Prancis menerapkan sebuah teori kesusastraan yang kita kenal dengan teori Strukturalisme Genetik. Strukturalisme genetik sering disebut juga sebagai strukturalisme historis, yang menganggap karya sastra khas dianalisis dari segi historis.

Kamis, 04 Oktober 2012

Nyanyi Sunyi Pram

Karya-karyanya adalah sayup suara di rumah-bahasanya sendiri
Fahri Salam Penulis lepas

Pramudya Ananta Toer
”SAYA punya minat khusus dengan dia karena [dia] realistis,” kata Sujiyati, merujuk alasan dia mencintai karya-karya Pram, dengan mimik serius dan nada tegas.
Sujiyati mengajar bahasa Indonesia kelas tiga SMU Negeri 3 Yogyakarta di bilangan Kota Baru. Dia berusia paruh baya, kulit hitam coklat, senada dengan setelan jas dan pantolan hitam keabu-abuan yang dia kenakan saat saya menemuinya awal Mei 2006. Kami duduk di kursi kayu berlapis busa di hall depan.

Rabu, 26 September 2012

Jalan Hidup yang Diridhai Alloh, Perspektif A.A. Navis*

Saya yakin diantara kalian ada yang belum baca cerpennya A.A. Navis berjudul 'Robohnya Surau Kami', meskipun cerpen ini sudah sangat populer. Cerpen ini termaktub dalam kumcernya A.A. Navis juga sama berjudul 'Robohnya Surau Kami'. Tepatnya ada 11 cerpen yang dimuatkan di kumcer ini. Diantaranya; Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, Dari Masa ke Masa, dan Biografi Singkat.